WENDY BLOG SHARE'S

Pengujian Hasil Las

Posted in Weld Knowledge by Wendy Soerachman on November 26, 2009

Yang dimaksud teknik Inspeksi dalam hal ini adalah suatu cara atau metode melakukan pemeriksanaan kondisi teknis peralatan kerja agar alat kerja tersebut dapat dioperasikan secara efisien dan aman (tidak membahayakan).
Masalah inspeksi dalam pelaksanaannya akan menyangkut berbagai aspek, di mana aspek yang satu sama lain saling berkaitan. Aspek-aspek tersebut antara lain :

  • Alat (equipment) apa yang akan diinspeksi
  • mengapa alat tersebut diinspeksi
  • oleh siapa alat itu diinspeksi
  • dengan alat apa alat itu diinspeksi
  • bagaimana syarat-syarat hasil inspeksi harus dipenuhi (targetnya sampai dimana)
  • fasilitas apa yang diperlukan dalam pelaksanaan inspeksi
  • standar apa yang dipakai untuk pedoman pelaksanaan inspeksi
  • bagaimana yang harus dilakukan inspeksi pada alat tesebut
  • data teknis apa saja yang harus dihasilkan setelah pelaksanaan inspeksi
  • dan lain-lain

Segala langkah pelaksanaan inspeksi harus dilakukan berdasarkan pedoman pelaksanaan yang telah saling disetujui oleh berbagai fihak. Di antaranya OWNER perusahaan pelaksana jasa inspeksi dan inspektor dari instansi pemerintah. Untuk itu maka dipakailah buku-buku standar internasional seperti ASME, AWS, ASTM, API, JIS, SNI dan sebagainya.

Tahap-tahap inspeksi :

Pekerjaan inspeksi harus dilakukan mulai dari tahap planing (desain) sampai saat operasi hingga pemeliharaannya.
Desain konstruksi harus diperiksa dengan cermat, untuk ini tim engineering akan melibatkan beberapa disiplin ilmu pengetahuan agar masing-masing bekerja sesuai dengan bidangnya. Dengan cara ini tentu saja akan mengurangi terjadinya kekurangsempurnaan konstruksi.
Pada proses pembuatan, inspektor harus memberikan pengarahan yang positif agar dihasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis dan ekonomis. Selama konstruksi tersebut dioperasikan, inspektor melakukan pemeriksaan kondisi teknis dan kondisi operasi konstruksi serta menyusun data rekord untuk dipakai sebagai sumber informasi pada saat mendatang (berikutnya). Data record (history file) tersebut akan sangat membantu untuk penyusunan program maintenance selanjutnya.

Perencanaan Inspeksi :

Sebelum kegiatan inspeksi dilaksanakan, semua pihak yang bersangkutan sedini mungkin harus diberi tahu masalah rencana kerja inspeksi (time schedule) agar dapat mempersiapkan segala sarana untuk menunjang pelaksanaan inspeksi/pemeriksaan.
Di sini inspektor harus memberikan pengarahan tentang cara-cara pengesetan dan hambatan-hambatan yang mungkin timbul serta cara penanggulangannya. Bila terjadi hambatan/trouble penyimpangan dari dokumen tender, harus segera diadakan pertemuan antar owner, kontraktor dan inspektur agar semua pihak ada kesepakatan pendapat dalam mengatasi problem tersebut. Segala perubatan yang telah disepakati bersama harus disimpulkan dan ditandatangani bersama, lalu didokumentasikan dalam buku pelaksanaan proyek. Inpektor dalam melaksanakan tugasnya akan melakukan pekerjaannya dengan requirement/inspecgtion guidance yang tercantum gambar-gambar yang memberikan pengarahan bagi seorang inspektor tentang bagian-bagian mana saja yang harus diinspeksi dan dengan metode apa inspeksi harus dilakukan.
Hambatan yang mungkin timbul di lapangan biasanya masalah hubungan antara manusia-manusianya. Maka untuk kasus ini, inspektor harus membina kerja sama yang harmonis dan komunikatif dengan lingkungannya.

Inspection Recording :

Hasil-hasil inspeksi ini akan digunakan terutama bila ada trouble, maka data hasil inspeksi harus dibuat lengkap, jelas dan terperinci.
Data-data tersebut di atantaranya :

  1. Tanggal pelaksanaan inspeksi
  2. Tenaga pelaksana inspeksi
  3. Alat yang dipakai dalam inspeksi
  4. Nama jenis alat yang diinspeksi
  5. Kode bagian/joint yang diinspeksi
  6. Rekomendasi inspeksi
  7. Standar yang dipakai sebagai pedoman pelaksanaan inspeksi

Data-data tersebut harus dikirim ke owner / user dan juga ke instansi pemerintah yang berwenang (Ditjen Migas / Depnaker). Data-data file ini akan sangat diperlukan pada pekerjaan-pekerjaan pemeliharaan, bahkan mungkin untuk data penunjang dalam proses engineering, tergantung dari data yang diperlukan.

ALAT-ALAT INSPEKSI DAN TATA-DATA INSPEKSI

Non Distructive Test (NDT)

NO Data yang dihasilkan Alat inspeksi yang digunakan
1 Ketebalan material - Ultrasonic Thickness meter
- Eddy current
- Micro Meter
- Jangka sorong, mistar
2 Cacat bahan dan cacat deposit las - Ultrasonic flaw detector
- Radiografi inspection equipment
- Dye penetrant
- Magnetic particle
- Eddy current
3 Letak cacat dan dimensi cacat - Ultrasonic test
- Radiografi test
- Crack depth meter
- Magnetic particle
4 Tebal coating - Eddy current test
5 Komposisi bahan - Alloy analyzer
6 Kekerasan material - Hardness tester
7 Kekerasan permukaan bahan - Surface recorder
- Surface test
8 Kebocoran gas - Leakage detector
9 Kebocoran uap - Leakage detector
- Cermin
- Visual
10 Lokasi logam - Ferro detector
11 Corrosion rate - Corrosometer / electric resistance
12 Kondisi permukaan - Roughness test
- Borroscope


Metode Inspeksi :
Metode inspeksi dapat dilakukan dengan cara :

  1. Non Distructive Test (NDT)
  2. Distructive Test (DT)

Non Distructive Test (NDT)
Tujuan dari inspeksi NDT adalah untuk mengetahui mutu bahan atau barang sesuai atau tidak sesuai dengan mutu yang disyaratkan dalam standar. Bahan atau barang yang memenuhi syarat-syarat standar adalah harus mulus. Kata mulus di sini berarti luas, yaitu mulus keadaan luarnya, mulus ukurannya, mulus bahannya, mulus segala sesuatunya sehingga dapat dikatakan memenuhi standar.

Metode NDT dibagi menjadi 2, yaitu :

  1. NDT non Radiasi
  2. NDT Radiasi

NDT non radiasi antara lain :

  • Dye Penetrant test
  • Magnetic Particle test
  • Eddy Current test
  • Ultrasonic test

NDT dengan Radiasi antara lain :

  • Radiography test
  1. Gamma test
  2. Rontgent test

DT (Distructive Test),
Metode DT yaitu suatu cara pengujian hasil lasan dengan cara merusak lasan yang diuji. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan lasan terhadap suatu jenis pembebanan.
Pengujian merusak antara lain :

  • Pengujian tarik
  • Pengujian beban kejut (impact)
  • Pengujian kekerasan
  • Pengujian macro (structure test)
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: